Aku lagi-lagi terpana melihat ukuran penisnya yang cukup besar yang tidak kalah dari papanya.“terus mama harus telanjang dada lagi nih di depan anak mama satu ini?” kataku menggodanya.“iya dong mah, masa nggak.. Bokep coba mama bilang lagi” katanya kurang ajar mempermainkan mamanya.“iya… kontol. Kami melakukan ini sampai lupa waktu, entah sudah jam berapa ini. burung kamu” kataku dengan agak sebal karenanya, hentakan penisnya makin keras dan kencang saja di belahan pantatku.“itu bukan burung mah, tapi kontol mah.. Mamaku tersenyum kepadaku sambil melepaskan pula pelukanku.“Kenapa sayang? udah tegang yah penisnya, gitu amat nafsunya ke ibu kandung kamu sendiri..” ujarnya menggoda.




















