Kubuka handphoneku, dan ternyata yang mengirimkan pesan adalah Tia.“Selamat sore Pak, maaf mengganggu.. kok nglamun….” ujar Tia membuyarkan pikiran jorokku. Bokep Karena kebetulan Papa saya gak bisa njemput, karena ada urusan. Ternyata Tia mencukur habis bulu memeknya, sehingga tanganku bisa leluasa dan mudah menemukan klitorisnya. Kalau di campur kopi kan panas” selorohnya sambil mengayunkan langkahnya menuju dapur.Tak lama pun Tia kembali dengan membawa baki berisikan dua gelas kopi. Karena setiap hari saya bisa mencuci mata saya dengan melihat berbagai macam wanita cantik di tempat kerja saya.Cerita ini bermula ketika saat itu saya sedang melakukan training kepada karyawati baru di perusahaan saya.




















