Malam-malam, kalau Kak Tina tidur, aku menjelajahi tubuhnya. Jepangbokep Aku? “Mulai sekarang, hati-hati bergaul” Katanya. Kami
terus membaca. Aku semakin berani. Aku baru kali ini melihat hal
seperti ini. Saat itu aku mulai numpang tinggal dan hidup di
rumah Pak Rochim semenjak kelas satu SMP, dan aku tidur di sebuah kamar
kecil dengan pembantunya, seorang perempuan berusia sekitar 21 tahun. Aku tak
percaya. Hanya itu saja. Suatu rasa yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Saya belum pernah Kak Tina ijinkan membacanya”. Akupun makan. Aku tertarik untuk membacanya lagi nanti. Dia tidak melarang. Bukan, beliau orang baik (sampai
sekarang aku selalu mengingatnya, ayah angkatku itu). Suatu rasa yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. “Barusan ya?”. Aku pun berdiri. Hanya itu. Kak Tina menatapku. “Berdiri sebentar, Sapto”.




















