“Rick, aku harus pergi sekarang,” ia diam sejenak, “Nanti sore kau boleh telepon aku.”
“Thanks Fell,” aku berdiri mendekat, kukecup keningnya dan kutinggalkan ia. Tanpa perhitungan.”
Senyumku berubah kecut. Bokep “Duduklah dulu, kopimu sedang dibuatkan.”
Masih pura-pura lesu, aku kembali ke tempat duduk asalku.“Kamu kenapa lagi Rick?” Felly bertanya dengan lembut. Aku termenung sejenak berjongkok di depan mesin ATM itu. Tempat ini sejarah bagiku. “He eh.”
“Tunggu di sini sebentar.” Ia berkata itu lalu berjalan menuju kawan-kawannya. Kisah anjing makan anjing lebih menarik bagiku. Tapi entah mengapa aku tidak tertarik padanya. HRC hampir tutup.










