aahh” Mbak Aufa merintih menahan nikmat. Kurang lebih 2 jam, dan aku terbangun. Bokep Film telah selesai, Mbak Aufa juga sudah tidur. Hatiku tambah berdebar, nafasku mulai memburu.. Saya paham. Puting itu benar-benar tegak ke atas seolah menantang kelelakianku untuk mengulumnya. Aku berdebar, karena yakin bahwa mbak akan memarahiku akibat ketidaksengajaanku di kereta tadi.“Terus terang aja ya. celaka..”, pikirku.“Ketahuan, nich…” Benar saja! aku tidak tahan”“Terserah apa kata kamu, yg jelas jangan sampai terulang lagi. Makasih banget.. Perlahan kubuka mata.. Wah.. Akhirnya sampai juga kami di Bekasi, dan aku bersyukur karena siksaanku berakhir.




















