Dik Nisa, besok bilangin ke mama, Papa nakal ya?” Sri berbicara pelan kepada Nisa.Saya tersenyum dan kembali memeluknya. Dia mendesis dan berusaha menghindar.“Saya tidur di kamar saja ahh.”Dia mencoba bangkit tapi saya menahannya.“Jangan.”“Bapak nakal sih.”Saya menghentikan aksi. Bokep Sekilas dia memandang saya, lalu memejamkan mata. Saya terus menjilatinya. Dia mencium bibir saya. Rambutnya tergerai sebahu. Kalau besok minta keluar? Saya mencoba tersenyum kepadanya ketika dia melirik saya. Anak saya terus bergerak-gerak. Beliau kan contoh nyata. Beberapa saat kemudian dia mulai tenang. Itulah yang membuatnya merasa tenteram, tidak menaruh curiga apa-apa. Dia membuka matanya.“Kamu cantik sekali.” Dia terbelalak dan merapatkan selimutnya.Saya terus memandanginya.




















