Weeek…!!” jawab Nita sambil memeletkan lidahnya.“Hmmmm….!” Aku berdehem sejenak lalu berkata. Bokep Namanya adalah Nina.“Udah dari tadi di sini?” tanyanya penasaran.“Barusan kok. Emang kapan aku bilang kayak gitu?”“Tadi waktu kita lagi di kantin. Wanita tersebut mengenakan daster dan perawakannya sangat ayu.“Cantik banget.” gumamku sambil menelan air liur, sorot mataku terpaku pada paras wajah ayunya.Tiba-tiba wanita itu jongkok tepat di hadapanku.“Kamu mau ngapain?” tanyaku kembali padanya.Di elusnya pangkal pahaku dengan lembut tanpa menjawab. Nit, kopi Nit….!” Pintaku pada Nita untuk membuatkan kopi untukku.“Iya…. Kok malah jadi dia yang sewot? Bentar-bentar!! Sudah masuk kamar orang gak pakai permisi ditambah masuk kamar mandi gak pakai ketuk pintu dulu lagi.”“Salah siapa pintu kamar mandinya gak dikunci?”“Kok jadi aku yang disalahin?




















