“nggak, emang napa?” tanyanya balik.“penasaran aja, abisnya abang dingin banget…serem tau” jawabku sambil tersenyum. Jepang bokep “ohh… Sintia kira abang jeruk makan jeruk.” “aku masi normal kali” jawabnya, tanganku perlahan mulai memeluk perutnya, “abisnya…..” aku cekikikan ja. Lumayan gunung es nurut juga ma aku, selangkah lebi maju lagi.Setelah tv dimatikan, dia kembali ke kamar. Aku terus saja mengirimkan signal2 kepadanya dan kayanya response nya positif.Malemnya aku sampe duluan dirumah. “sorry bang, tadi Sintia nggak sempet masak, kita pesen makanan delivery aja yah” jawabku. Beberapa menit kami menyaksikan film itu.“mau coba gituan?” tanyaku. Aku hanya menggumam sambil meremas toketku ndiri. Lemas dan capai kami berbaring sebentar untuk memulihkan tenaga. Aku menarik tangannya dan menempelkan telapak tangannya ke selangkanganku. “udah, cepetan tvnya di matiin dulu”, lanjutku sambil sedikit mendorongnya.




















