Rupanya Iswani punya pikiran yang sama denganku. Di teras kamar aku melakukan stretching selama beberapa menit. Bokep jepang Duduk tepat didepan tangan Iswani sudah mulai merapat dengan tubuhku. Merasa bosan, kuambil rokokku yang selalu tersedia dalam saku jaket dan kusulut sebatang rokok. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 5.42 pagi. “Tok, katamu kamu belum pernah punya pacar, benarkah?”, tanyanya yang langsung kujawab dengan anggukan sambil meniup kopi panasku agar agak dingin. Beberapa data yang masih kurang demi kelengkapan data kucatat dalam jurnal kerjaku. Dengan berusaha secermat mungkin berdasarkan data yang ada dan catatanku, aku mulai membuat rencana kerja. “Buat apa dipikir sekarang, kan masih besok?”, tanyanya lagi. Tok, mmh..”. “Mbak, jangan nyubit lagi Mbak, ampun Mbak..”, katau meminta belas kasihannya. Berusaha menyembunyikan pikiranku kujawab seadanya, “Ah nggak




















