Aku masukan buku tabungan itu ke dalam tas ransel, diantara tumpukan pakaian. Sementara pakaianku sudah basah oleh keringat. Bokep Aku mengangkat tubuhku dengan bertumpu pada kedua tangan. Kurang..?”, tanyanya. Memang tidak kecil biayanya. Dia membuka tasnya dan mengeluarkan uang lembaran dua puluh ribu. Aku sudah mulai kewalahan menghadapinya. Dan tentu tidak sendiri saja, tapi bersama Nyonya Wulandari. Dan di balik pakaiannya yang tipis itu, dia tidak mengenakan apa-apa lagi. Nyonya Wulandari langsung memeluk dan merebahkan kepalanya di dadaku yang basah berkeringat. Kamu bisa setir mobil apa. Dan semuanya sudah terisi oleh pembantu yang bekerja di rumah ini. Semula aku memang merasa beruntung bisa menikmnati keindahan dan kehangatan tubuh Nyonya Majikanku. Kemana saja Nyonya Majikan pergi, aku selalu berada di sampingnya.




















