A…A…Akkk…” aku mulai menyodorkan sendok yang sudah berisi nasi goreng lalu memintanya membuka mulut seperti layaknya seorang Ibu yang mau menyuapi anaknya makan.“Nyam… Nyam… Nyam…”“Dasar manja, sudah gede juga masih aja disuapin.” ocehku.“Biarin… Abisnya kamu jahat, aku dibikin nangis. Video bokep Iyaa..” jawabku spontan karena merasa kesakitan.“Ohhh, nggak papa kok Bram, kan konsernya malem. walaupun tidak bisa memacari mereka, setidaknya bisa mendapat lirikannya.Kalau sudah punya wajah pas-pasan, otak tetap pentium dua, penampilan awut-awutan, badan bau apek, yeah apa yang bisa diandalkan? Seperti biasa aku menyalakan rokokku. Woooouuuwoooo…. “Arrrggghhh…” erangku.Clooop…. Biasanya ada Pak Mamat atau Bi Iroh yang nemenin kamu.” ujarnya menerangkan kekhawatirannya.“Sudah, percaya deh sama aku.




















