Sara melirik ke arah Erik yang sedang duduk di meja pojok bersama Tomi. Bokep jepang Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat. Mukaku terasa panas. Aku pun merasa heran dan sedikit takut. Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku. Dia pun menahan tanganku yang terikat dan mendekatkan bibirnya ke bibirku. Aku tidak mau kehilangan lagi orang yang kusayangi. Kemudian berteriak,
“Kenapa??!! Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. Kamu itu perempuan apa??!! Aku berteriak. Itu namaku. Beruntung sekali kamu punya ayah angkat seperti Erik..”
Kata Sara, teman baikku sambil tertawa meledek. Maria. Mukaku terasa panas.




















